Mereka Selamat dari Kanker !
Energi Positif dari Perjuangan
mereka untuk Sembuh dari Kanker adalah setengah dari Obat Penyembuh , Setengahnya lagi adalah mengikuti apa yang mereka
Lakukan dalam mengalahkan kanker
Kisah Sembuh Dari Kanker
Payudara Ganas – Stadium Lanjut
Dinar Dwi Wulandari
Dinar, usia 36 tahun, ibu dari 3 anak. Mendapatkan
benjolan di payudara sejak 11 tahun lalu. Akibat minimnya pengetahuan cara
menyusui dengan baik karena umur Dinar yang pada saat itu masih sangat muda.
Disarankan oleh dokter untuk segera melakukan operasi kanker payudara, tetapi Dinar takur untuk
menjalaninya. “Karena saya takut untuk menjalani operasi, saya pun mulai
mencari pengobatan alternatif dan selalu mencoba berbagai obat-obatan. Karena
hampir semua pengobatan alternatif dan obat-obatan tersebut telah saya coba dan
jalani, tetapi tidak ada hasil yang saya dapatkan, ” ujarnya panjang lebar. Operasi
dan Noni Sampai suatu saat di bulan September 2009, Dinar mulai putus asa
karena tidak ada kesembuhan yang berarti pada penyakitnya walau sudah berobat
kesana kemari. Pada akhirnya ia mulai memberanikan diri untuk menjalani operasi
tersebut. Akhirnya Dinar yang cantik ini kembali memeriksakan keadaan kondisi
kesehatannya ke dokter. Kembali ia mendapat kabar yang sangat menyakitkan,
dimana payudaranya harus segera diangkat. “Saya sudah divonis payudara saya
harus diangkat total, karena sudah menyebar begitu luas, dan sudah menjadi
kanker ganas, dan bukan hanya itu dokter juga melihat besarnya masa tersebut
kemungkinan sudah menyebar ke beberapa anggota tubuh yang lain,” tuturnya
dengan terbata-bata.
Singkat cerita akhirnya Tuhan memberi petunjuk kepada
Dinar melalui Tahitian
Noni Bioactive Beverage (TNNB). “Tuhan menolong saya melalui Tahitian Noni dan
membebaskan saya dari kanker ganas yang saya derita tanpa harus
dioperasi, dan berkat Tahitian Noni, kanker bukan lagi merupakan hal yang
menakutkan bagi saya lagi. Dinar mengkonsumsi 1 botol TNNB dalam sehari selama
15 bulan. Sekarang selain kanker yang saya derita semakin membaik dan tidak
menyebar (setelah melakukan check kembali ke Rumah Sakit, red),” kata Dinar
yang merasa dunia runtuh karena penyakit yang dialaminya ini.
Sekarang Dinar telah merasakan manfaat lainnya juga seperti stamina meningkat, tubuh dan kulit menjadi lebih bugar dan cerah. “Saya masih minum TNNB 2-3 hari untuk 1 botol. Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada Tuhan yang telah memberikan saya petunjuk dan jalan sehingga saya dapat menemukan Tahitian Noni Bioactive Beverage (TNNB) sebagai perantara Nya dalam menyembuhkan dan memelihara kesehatan dan kebugaran saya,” katanya dengan bahagia.
Kisah Dokter Pur Pulih dari Kanker Payudara
dr. Sri Purwaningsih
Selama hampir tiga tahun dr. Sri Purwaningsih atau
yang akrab dengan panggilan dr. Pur berjuang melawan kanker. Awalnya pada akhr
tahun 2005, dr. Pur merasakan adanya benjolan dilingkar payudaranya.
Kecurigaannya bahwa itu adalah sebuah kanker pun ternyata terbukti setelah
menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan.
Satu-satunya jalan mengobatinya adalah kemoterapi.
Selama hampir enam bulan sejak januari 2006 hingga Juni 2006, dr. Pur menjalani
kemoterapi hingga 6 kali setiap 4 minggu sekali. ”Efek kemoterapilah yang
membuat saya merasa tersiksa. Bayangkan selama dua minggu lebih saya mulai
muntah, belum lagi rambut rontok dan kulit yang mengering.” ujar dr. Pur.
Bahkan dr. Pur juga merasakan cairan yang ada pada
sendi-sendinya mengering, sehingga setiap pergerakan tubuhnya disertai rasa
sakit yang luar biasa. ”Sayang sekali saya baru dikenalkan Tahitian
Noni Juice (TNJ) pada akhir
Maret 2009 lalu, padahal setelah saya mengkonsumsinya dengan dosis 2x100cc
tubuh saya terasa nyaman,” terang dr. Pur yang kondisi kesehatan dan staminanya
bertambah baik setiap harinya.
Rutinitas dr. Pur mengkonsumsi TNJ berubah manis.
Pertengahan April lalu, saat memeriksakan dirinya ke RSCM, tidak ditemui adanya
kanker lagi. ”Hasil pemeriksaan yang negatif terhadap semua tanda kanker,
membuat saya semangat berbagi resep sehat kepada teman-teman yang masih
mengalami hal serupa dengan saya,” imbuhnya.
Kini dr. Pur merasakan stabilitas tubuh terus membaik dari hari ke hari. ”TNJ tidak saja membuat istirahat saya dan nafsu makan saya membaik, namun segala fungsi kerja organ tubuh saya diperbaiki. Buktinya saya tidak lagi merasakan hal-hal yang janggal pada diri saya. Terimakasih TNJ.”
Menurut Dr. Henry Naland Sp.B Onkologi, Dokter bedah
Ongkologi FKUI/RSCM & RS. Omni Medical Center. ”Dalam penatalaksanaan
kanker, dibutuhkan nutrisi untuk membantu kualitas hidup pasien kanker. Dengan
dipatenkannya penggunaan Tahitian
NONI Juice sebagai
bagian dalam uji klinis pada kasus kanker kolon memberikan tambahan keyakinan
bahwa produk ini bisa menjadi pilihan dalam terapi komplementer pasien kanker
secara keseluruhan. Noni Juice yang diberikan bersamaan dengan kemoterapi pada
pasien kanker akan mengurangi efek samping yang diakibatkan oleh kemoterapi dan
mempercepat pemulihan pada tubuh saat menjalani recovery.”
Tahitian Noni
Meminimalisir Hypotyroid, Kistapun Hilang
Cornelia Fatila Minarto
Pertemuannya
dengan Tahitian Noni Juice, September 2006 lalu membuat 13 kista yang bersarang
pada kelenjar hormon Cornelia Fatila Minarto, 39 tahun, yang tinggal 10%
berangsur membaik. Bahkan dalam waktu sebulan, 5 buah kistanya hilang dan
mengecil, stamina yang selama ini menurun lambat laun kembali prima.
Program
untuk memiliki keturunan, membuat 90% kelenjar hormon Fatila harus diangkat
oleh tim dokter Singapura pada 1997 silam. Karena Hypertiroid yang ia derita,
membuatnya kesulitan mendapatkan keturunan. “Benar saja, setelah 2 bulan operasi,
saya langsung hamil,” ceritanya.
Empat
tahun kemudian Fatilia dan suaminya berencana memiliki keturunan lagi. Sayang
rencana itu tidak direstui dokter karena Fatila mengidap Hypotyroid atau
produksi kelenjar hormon di bawah batas normal telah menyerangnya. Bahkan pada
kelenjar hormonnya dipenuhi 13 kista. “Dokter menyarankan untuk mengangkat
kelenjar hormon saya 3 bulan lagi,”katanya.
Sekembalinya
dari Singapura sambil menunggu proses operasi, seorang rekan menawarkan Tahitian Noni Juice kepadanya. “Siapa tahu
TNJ bisa meminimalisir penyakit saya, ” Imbuh Fatila.
Ketika
pemeriksaan tiba, Fatila dan tim dokter Singapura terperanjat melihat hasil
pemeriksaan. Enam dari 13 kistanya sudah hilang, dan kista yang masih ada
semakin mengecil. Akhirnya, tindakan operasi pengangkatan kelenjar hormon
dibatalkan. Fatila diminta kembali enam bulan berikutnya untuk pemeriksaan
lebih lanjut.
Mengetahui bahwa TNJ membantu memulihkan kondisinya, Fatila menaikkan dosisnya dari 30 ml pagi dan 60 ml malam menjadi 100 ml pagi dan 100 ml malam. Hasilnya, kistanya semakin berkurang makin mengecil. “TNJ telah membantu meminimalisir penderitaan saya,” yakin Fatila.
Semua ciptaan Tuhan pasti bermanfaat.
“Saya yakin,
apapun ciptaan Tuhan pasti ada manfaatnya dan buah Noni adalah salah satunya.”
– Rani Ambarsari.
Menemukan
benjolan sebesar bakso kecil di payudara tentu adalah sebuah hal yang
menakutkan bagi seorang wanita. Itulah yang dialami Rani yang baru berusia 24
tahun pada saat itu tahun 2007. Hasil USG menunjukkan benjolan itu adalah tumor
jinak. Meskipun tak berbahaya, tumor itu harus diangkat. Seteah operasi
dilakukan, tumor itu diperiksa. Penurut pemeriksaan patologi, tumor itu
ternyata ganas. Rani disarankan untuk menjalani radioterapi (terapi dengan
penyinaran) untuk menuntaskan sisa-sisa sel kanker dalam tubuhnya.
“Saya enggan
disinar karena takut efek sampingnya; kulit gosong dan hitam. Radioterapi
memang mematikan sel kanker, tetapi sel-sel sehat juga ikut mati. Lalu saya
mencari second opinion ke lima dokter! Namun semuanya berpendapat sama.” Tutur
Rani.
Rani lalu
menunda radioterapi hingga satu tahun, tetapi ucapan dokter terus
menghantuinya. Akhirnya pada tahun 2008, ia menjalani tigapuluh kali
radioterapi selama dua setengah bulan. Tiga bulan setelah paket radioterapi
selesai, hasil tes darah CA 15-3 cukup baik. Penanda kankernya menunjukkan
angka sembilan (rujukan tidak boleh melebihi 28). Rani pun puas.
Namun tiga
bulan kemudian, ketika melakukan tes darah CA 15-3 lagi, ia mendapat kabar
buruk. Penanda tumor naik menjadi 14 dan ada kemungkinan benjolan akan muncul
lagi. Rani disuruh menjalani enam kali kemoterapi, tetapi lagi-lagi Rani
menolak karena ngeri pada efek sampingnya.
Tiga bulan
setelah itu, Rani jatuh sakit. Ia demam tinggi selama sebulan penuh. Kepala
sebelah kanannya pusing seperti ditusuk-tusuk. Puncaknya ia anfal. Lemah
terbaring di ranjang, tak bisa jalan dan tak ada makanan yang bisa masuk ke
tubuh. Ia dirawat di rumah sakit selama seminggu penuh. Ternyata penanda
kankernya sudah mencapai angka 25.
Karena tak
kunjung ada perubahan, Rani keluar rumah sakit dengan dongkol. Ia juga tak mau
minum obat-obatan medis lagi. Ia sudah lelah harus minum obat selama sakit.
Saat itulah seorang teman mengiriminya TNBB (Tahitian Noni Biaoactive Beverage
Original). Awalnya Rani menolak karena sudah merasa putus asa. Tapi lama-lama
ia tertarik karena TNBB berbentuk jus, bukan tablet seperti yang biasa diminumnya.
“Tadinya
saya hanya berminat menyembuhkan jerawat-jerawat di wajah. Saya minum TNBB
empat kali sehari, setiap minum 60 ml.”
Alangkah
kagetnya Rani ketika tiga bulan setelah rutin mengonsumsi TNBB, penanda
tumornya turun menjadi 17. Pada bulan kesembilan, penanda tumornya bahkan sudan
mencapai titik aman, 9.
“Sekarang saya segar bugar, walaupun banyak pekerjaan. Tak pernah jatuh sakit lagi. Hingga kini, saya terus meminum TNBB. TNBB itu terbuat dari buah noni, ciptaan Tuhan. Saya yakin apapun ciptaan Tuhan pasti ada manfaatnya.”
Kisah Eka Ferianti Jakarta
Sembuh dari Kanker Otak
Eka Febrianti sering merasakan sakit kepala
sejak lama, biasanya dapat teratasi dengan minum obat yang dibeli di warung.
Namun pada tanggal 29 Juli 2011 lalu, Eka kembali merasakan sakit kepala.
Seperti biasa,cukup minum obat warung, tetapi kali ini tidak ada perubahan..
Selanjutnya Eka mengeluhkan hal ini pada suami, kok
pusingnya tidak mereda juga. Sang Suami kemudian melakukan refleksi pada
jempolnya. Namun sakitnya malah semakin menjadi – jadi. Saya hanya bisa pasrah
karena tidak tahu harus bagaimana lagi, kata Eka, Besok malamnya saya kedokter
dan hanya diberikan obat penenang.
Pada tanggal 31 Juli, sakit kepala kambuh lagi. Kali
ini minta ampun sakitnya, rasanya seperti kepala ditekan keras sampai tidak
kuat menahannya. Akhirnya keesokan harinya (1 Agustus 2011) Eka melakukan CT
Scan pada kepala sesuai rekomendasi dokter. Berdasarkan hasil CT Scan, Eka
divonis terkena kanker otak dengan diameter 3 cm. Kanker yang
tadinya berada di sebelah kiri depan kepala, kini sudah mulai menyebar ke area
otak sebelah kanan.Masya Allah, saya bagaikan terkena petir di siang hari.Saya
dan suami berusaha untuk sabar dan tenang dan terus berupaya mencapi upaya
untuk penyembuhan kanker otak.
Lalu kami bercerita kepada orangtua tentang keadaan
saya, dan informasi keadaan saya diteruskan kepada tante saya yang sudah lebih
dulu mengonsumsi Tahitian
Noni. Selanjutnya saya dibawa oleh tante
ke kantor Tahitian Noni di Jakarta. Ketika pertama kali
kesana, kondisi saya sudah tidak ada keseimbangan untuk berdiri, syaraf mata
sudah sakit, kuping berdengung dan terasa panas,Ujar Eka
Selanjutnya saya dianjurkan oleh dokter di kantor
Tahitian Noni untuk minum Tahitian
Noni. untuk penyembuhan kanker
otak saya, 1 sloki (30ml) setiap 1 jam,dan harus mematuhi banyak
pantangan makanan. Ternyata dosis tersebut tidak menunjukkan perkembangan yang
signifikan pada 1 minggu pertama. Saya mulai panik. Lalu suami berkonsultasi
kembali. Akhirnya dosisnya dinaikkan menjadi 100ml per 3 jam. Pada
pelaksanaannya saya justru minum 200ml per 3 jam. Hasilnya sangat luar biasa,
saya mengalami detoks yang bervariasi. Dalam sehari saya bisa muntah beberapa
kali dan air besar saya berwarna hitam pekat. Sempat saya patah arang tidak mau
minum Tahitian Noni lagi karena efek detoks yang
terlalu kuat. Untungnya saya dikelilingi oleh orang-orang yang sabar dan mau
memberi pengertian pada saya, maka saya lanjutkan mengonsumsi Tahitian
Noni karena saya
ingin berjuang dan menemani orang-orang yang saya kasihi, saya tidak ingin
membuat mereka bersedih.
Setelah 2 bulan mengonsumsi Tahitian
Noni, Alhamdulillah membuahkan hasil.
Keseimbangan saya sudah normal kembali, kuping sudah tidak lagi berdengung, dan
syaraf mata kembali normal. Saya mulai bisa beraktivitas kembali seperti biasa.
Dan di bulan ke 3,saya bisa kembali masuk kerja.
Kami sungguh tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya bila kami tidak mengenal Tahitian Noni ini, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk operasi, kemoterapi, dan sebagainya. Alhamdulillah Allah mengirimkan pertolongannya melalui Tahitian Noni . Semua penyakit pasti ada obatnya, asalkan kita yakin Allah SWT selalu bersama kita. Kita harus punya semangat optimis yang tinggi dalam menghadapinya.
Sembuhkan Kanker Rahim Ganas,
Andriani Wulandari, Bekasi
Penderita kanker rahim ganas sudah 2 kali operasi berada pada stadium lanjut dengan pendarahan hebat, juga penderita ambeien, dan maag. Sudah tidak ada harapan, tapi setelah mengkonsumsi Tahitian Noni Juice secara teratur selama 16 hari, kanker sudah tidak aktif, sakit ambeien dan maag sembuh total, berangsur-angsur sekarang sehat kembali, terima kasih kepada Tuhan atas Tahitian Noni Juice.
Tahitian Noni Juice
membuat aku bebas dari Kanker Payudara
Aku berusia 61 tahun, dengan 5 anak 16 cucu dan 7
cicit. Aku adalah seorang “Nenek Noni”. Aku merupakan penderita depresi berat ,
bipolar, gangguan tekanan traumatis dan punya tendensi untuk bunuh diri. Aku di
diagnosa menderita virus Epstein Bar, kelelahan kronis dari gula darah yang
rendah. Aku mempunyai masalah dalam mengontrol kandung kemih dan pecandu rokok. Aku juga menderita emphysema, stroke dan didiagnosa menderita kanker payudara. Kemudian aku menemukan Tahitian Noni Juice.
Pada tahun 1999 aku begitu tertekan karena terbaring
di tempat tidur selama setahun. Aku hanya keluar saat berkunjung ke dokter, aku
tidak berhasrat untuk hidup. Aku kemudian di masukkan ke RS Jiwa. Disana aku di
biopsi dan ditemukan adanya kanker. Sistem imunitasku begitu rendah sehingga bagian yang
di biopsi menjadi terinfeksi. Asuransiku telah habis dan aku merasa dokter
mengirimku ke rumah hanya untuk menunggu ajal. Aku begitu putus asa.
Aku kemudian memutuskan untuk melawan kanker dengan kemoterapi. Bagian pertama
dari kemo mencakup 4 perawatan melalui pembuluh darah ( sekali dalam 3 minggu
). Setelah perawatan, aku harus kembali ke dokter setiap hari selama 7 hari
untuk mendapatkan suntikan peningkat sel darah putih. Aku tidak dapat makan,
mulutku penuh dengan luka dan berat badanku turun dari 59 kg menjadi 42 kg.
Demamku meningkat dengan Tajam dan harus di larikan ke RS. Pada saat itu saya
di diagnosa dengan emphysema. Aku melalui serangkaian test dan harus pulang
dengan tabung oksigen.
Aku tahu sudah saatnya aku membereskan hidupku dengan
Tuhan. Aku pikir aku akan meninggal. Aku melihat seorang pastor di Tv dan
menelphone gerejanya. Pada hari minggu berikutnya mereka mengirimkan jemputan
untukku karena aku begitu lemah dan hampir tak mampu berjalan. Setelah
kebaktian sang pastor memberitahuku tentang noni juice. Aku tidak mampu membelinya, tapi
orang-orang di dalam pertemuan mingguan perayaan kesaksian Noni menyumbang
beberapa botol untukku dan harapanku mulai timbul.
Aku mulai minum dengan dosis awal sebelum di mulai
mastektomi ( pengangkatan payudara) pada buan november 2000. Dokter bedahku
ingin tahu mengapa aku tidak menekan tombol morfin pereda sakit, aku mengatakan
tidak membutuhkannya. Setiap kali berkunjung kembali, dia ingin memberiku pil
pereda sakit, dan aku memberitahukannya bahwa aku tidak membutuhkan pil-pil itu
dan alasannya karena aku minum Noni Juice. Dia menyetujui hal itu dan berkata
bahwa ini adalah suatu mukjizat.
Saat waktunya kemoterapi bagian kedua, aku telah
mengkonsumsi noni juice selama kurang lebih dua bulan. Dan
kali ini sungguh berbeda. Jumlah sel darah putihku di atas normal dan aku tidak
membutuhkan suntikan tambahan. Noni Juice telah meningkatkan sisitem
kekebalanku dan membantukau dalam mengatasi rasa sakit. Energiku meningkat.
Perutku tidak terasa sakit. aku bisa makan dan mulutku bersih dari luka.
Onkologisku ( yang berpikir aku tidak akan bertahan hidup) begitu takjub akan pemulihanku.
Aku terbebas dari kanker dan dokter yang merawatku untuk emphysema membebaskanku
dari tabung oksigen. Dokter yang merawat depresiku selama 4 tahun berkata bahwa
dia tidak dapat mempercayai bahwa aku terbebas dari depresi dan betapa baiknya
kondisiku sekarang. Dia kemudian turut meminum Tahitian Noni Juice dan
merekomendasikannya bagi yang lain dan merujukkanya padaku.
Berat badanku mulai naik dan rambutku mulai tumbuh. Aku dapat mengontrol kandung kemihku dan telah berhenti merokok. Aku mengalami kebugaran secara menyeluruh dan merasa begitu bahagia untuk pertama kalinya dalam hidupku. Aku membagikan noni juice dan menyaksikan kisahku pada keluarga, para teman, tetangga, dokter, perawat dan semua yang bertemu denganku. Teman-temanku berkata bahwa mereka telah melihat perubahan yang begitu luar biasa dalam hidupku.
Kisah I Gusti Ngurah
Suamba, Sembuh dari Sakit Leukimia Akut atau Myeloid
Leukimia Acute
Tanggal 1 Januari 2011 tepatnya setahun yang lalu,
saat bertugas di daerah Carribean-Belize, I Gusti Nurah Suamba yang berusia 34
tahun mengalami demam tinggi disertai dengan migren yang menyebabkan pendarahan
di otak kiri.
Dari hasil pemeriksaan lab, diketahui trombositnya
turun sekitar 13 sehingga langsung dirujuk ke ICU Miami Hospital. Dari hasil
pemeriksaan diketahui ia menderita Myeloid Leukimia Acute dan harus menjalani
kemoterapi secepatnya, tetapi kendala pada saat itu terjadi pendarahan di otak
kiri dan harus segera di operasi.
Pasca operasi I Gusti malah lupa ingatan, namanya
sendiripun ia lupa. Akhirnya tim Dokter dan keluarga memutuskan untuk dikirim
pulang ke Bali-Indonesia dengan rujukan ke Prima Medika Hospital, saat itu
kondisi trombositnya rendah. Sesampainya di Bali, tanggal 21 Januari 2011
langsung dilakukan operasi ke dua.
Setelah di operasi, I Gusti Ngurah Suamba langsung
menjalani kemoterapi selama 9 hari. Pada hari terakhir kemoterapi, 30 Januari
2011, ia mengalami drop, kejang dan pendarahan di kepala, nilai PLT nya 10
(kritis) normalnya 150- 450 sehingga harus kembail ke ICU.
Ternyata terjadi lagi pendarahan di otak kiri, operasi
kembali dilakukan. Diperlukan darah sebanyak 50 kantong untuk transfusi darah.
Setelah transfusi, tanggak 1 Februari 2011 PLT nya bisa naik sampai 22. Tapi 2
hari kemudian tanggal 3 Februari 2011 turun lagi PLT nya hingga 12 dinyatakan
koma di ICU.
Setelah dipindahkan ke ruang perawatan pada tanggal 9
sampai 12 Februari 2011 nilai PLT nya bertahan di 16. Melihat kondisi yang
tidak stabil, naik turun, tidak dapat menggerakan tubuh bagian kanan dan
berbicara pelo, DR menyarankan transplantasi sumsum tulang belakang namun pihak
keluarga tidak menyetujuinya.
Saat itulah Tahitian
Noni Bioactive mulai
diperkenalkan oleh Ibu Monica. Awalnya hanya diberikan diberikan dosis
perkenalan dengan takaran sendok makan. Dengan dosis perkenalan PLT empat naik
menjadi 23 di tanggal 13 Februari 2011, namun kembali menjadi 16.
Pada titik ini, masih diinfus dan transfuse trombosit
8 kantong. Dalam kondisi yang memprihatinkan saat itu, tanggal 15 Februari
2011, Jam 12 siang, Ibu Monica Diana dibantu Ibu Lili mulai memberikan Jus
tahitian Noni tiap 2 jam
100 ml atau kurang lebih 500 ml atau ½ liter perharinya. Setelah 3 hari mulai
terlihat perubahan. PLT nya 104, pengunjung tidak perlu memakai masker, latihan
berjalan, BAB lancar dan air seni bening karena sebelumnya berwarna keruh.
Yang paling membahagiakan tanggal 20 Februari 2011 nilai PLT 249, bersama istri sudah sampai berjalan ke ruang tunggu pasien dan sudah mulai belajar berbicara.
Dokterpun tidak percaya dengan perkembangan ini,
sehingga dokterpun mengecek ulang keesok harinya hingga dokter bertanya pada
istrinya apa yang diberikan kepada IGN Suamba. Setelah istrinya menjawab
diberikan Tahitian Noni Bioactive dan akhirnya dokterpun menyarankan
untuk meneruskan mengonsumsi Tahitian
Noni Bioactive Beberapa hari kemudian PLT nya menjadi 363 bahkan
pernah sampai 400 setelah hari ke 17 minum Jus Tahitian Noni atau TNBB, dan
saat menjalani kemotrapi efek buruknya tidak dirasakan.
Pada tanggal 9 Maret 2011 dokter menyatakan darah
bapak I Gusti Ngurah Suamba normal dan sudah tidak terdektesi adanya sel
kanker, karenanya tanggal 10 Maret 2011 Pak Suamba dinyatakan boleh pulang dan
harus melakukan cek up yang dilakukan setiap bulannya hingga 5 tahun kedepan
bebas kanker.
Hampir setahun bapak I Gusti Ngurah Suamba mengenal
Jus Tahitian Noni atau TNBB serta kebesaran Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan
Yang Maha Esa).
Kisah Bactiar Martamulia
Selamat dari Kanker Prostat Stadium 4
Bactiar Martamulia : MASIH MAMPU MENYETIR SELAMA 6 JAM
Beruntung bagi anak-anak muda yang telah mengenal Tahitian
Noni Juice sejak dini
dan mengonsumsinya secara teratur untuk menjaga staminanya. Baginya Tahitian
Noni Juice merupakan one stop solution bagi kesehatan tubuh.
Hal itu telah dibuktikan sendiri oleh Bachtiar
Martamulia yang Februari lalu menginjak usia 73 tahun. TahitianNoni Juice telah
benar-benar membuktikan khasiatnya untuk mengatasi masalah prostatnya. Penyakit
yang akan akrab dengan kaum Adam menjelang hari tua ini, tergolong momok yang
cukup menyeramkan. Bayangkan jika kita kesulitan buang air kecil. Pasti
tersiksa sekali rasanya.
Inilah yang dialami Bachtiar. Kakek lima orang cucu
ini mendadak kesulitan buang air kecil. “Kejadian itu terjadi pada 18 Juli
2007, dan hamper seminggu sebelumnya, air seni saya hanya keluar setetes demi
setetes. Hingga pada tanggal 18 itulah, seharian air seni tidak bisa keluar,”
ceritanya.
Keesokan harinya Bachtiar dilarikan ke rumah sakit di
Surabaya. “Dokter memeriksa bahwa PSA atau ukuran pertanda tumor prostat
(Kanker maker Prostat) di tubuh saya mencapai angka 57,35. Sementara normalnya
hanya kisaran angka 4. Sudah berapa puluh kali lipat besarnya. Pastinya medis
menyarankan untuk operasi karena Kanker Prostat tersebut. Namun saya tolak dengan
berbagai macam alasan,” katanya.
Bachtiar yang memang telah mengenal Tahitian
Noni Juice, spontan
ingat dan berkonsultasi dengan seorang teman yang mengerti tentang Tahitian
Noni Juice. “Sedikit
meraba mengenai dosisnya, saya minum Tahitian
Noni Juice satu botol
dalam sehari. Dalam 4 hari, saya kembali periksakan PSA saya. Hasilnya sungguh
mencengangkan PSA saya turun menjadi 52,74. Hari kelima dosis saya turunkan
menjadi 500cc/0,5 liter sehari. Dalam 8 hari saya periksakan lagi PSA saya, dan
hasilnya turun menjadi 19,9. Kemudian saya turunkan lagi dosisnya menjadi 250cc
perhari. Dalam 3 bulan PSA saya tinggal 6,35. Enam bulan kemudian turun lagi
menjadi 5,65 dan terakhir saya periksa pada 3 Desember 2009, PSA saya sangat normal
diangka 3,23,” ujarnya.
Tidak hanya prostat yang akhirnya teratasi. Asam urat
yang kerap mendera kakinya juga ikut teratasi. Bahkan di usianya yang sekarang
ini, Bachtiar masih mampu menyetir mobil hingga 6 jam. “Karenanya saya
berpesan, bagi teman-teman dan adik-adik, konsumsilah Tahitian
Noni Juice sejak dini.
Karena Tahitian Noni Juice mampu menjaga stamina tubuh dan
membantu kita menjalani aktivitas sehari-hari.”
Kisah Paulus Maria Bagus
:Leukimia (Kanker
Darah)
Sembuh Dengan Tahitian Noni juice
Paulus Maria Bagus : TNJ Perpanjangan Tangan
Tuhan.
NAMA SAYA Paulus Maria Bagus. Saya memiliki cerita,
seputar pengalaman memerangi Leukimia yang saya derita sejak 2005 silam. Doa
saya selama 3 tahun yang mengharapkan agar Tuhan YME, menyembuhkan penyakit
Leukimia, akhirnya terjawab. Tahitian Noni Juice menjadi perpanjangan tangan Tuhan
dalam pemberian berkat dan kesehatan bagi saya.
Ceritanya berawal pada bulan Agustus 2005. Saya merasa
heran terhadap penyusutan berat badan saya. Lemas dan kurang nafsu makan
menjadi pelengkap penderitaan saya. Anehnya saya tidak merasakan sakit di tubuh
maupun organ dalam saya. Merasa aneh, saya memeriksakan darah saya ke sebuah
laboratorium, pada 6 September 2005. Sore hari saya mengambil hasil
laboratorium tes darah saya. Betapa kagetnya saat saya membaca bahwa Leukosit
saya berada di angka 22.222, yang seharusnya normalnya berada dikisaran 4.000 –
10.000. saat itu menjadi momentum terberat bagi saya. Saya memutuskan untuk
berobet secara medis. Menurut Dokter penyakit saya bisa disembuhkan, dengan
catatan meminum obat setiap hari seumur hidup. Bayangkan saya harus minum obat
yang sebutirnya berharga Rp 250.000,- dan saya harus meminumnya sehari 4 kali.
Suatu hari saat diadakan reuni jemaat pasca kepergian
ke Israel, ada seorang jemaat yang menilai bahwa wajah saya semakin pucat dan
badan terlihat kurus. Akhirnya saya ceritakan mengenai penyakit saya. Kemudian
ia memberikan sebotol Tahitian Noni Juice untuk mengatasi masalah kesehatan
saya. Dengan dosis 1 x 30cc sehari dan dibarengi dengan konsumsi obat medis,
saya merasakan perubahan dalam tubuh saya. Hasil laboratorium saya kembali
normal dan membaik. Stamina prima, dan napsu makan meningkat, Saya yakin bahwa TNJ benar-benar perpanjangan Tangan Tuhan dalam
kesembuhan saya. Saya sarankan TNJ menjadi alternatif solusi masalah kesehatan yang bisa
diandalkan.
Sembuh
dari Kanker – Ricky Lomanto
Tak ada orang yang membayangkan
terkena penyakit kanker, dan itulah saya derita. Hampir setahun badan saya demam dan sakit di gusi
bagian belakang akibat kanker nasopharing, sejenis kanker di belakang hidung.
Saya kemudian berobat ke Cina. Oktober 2005 saya kembali ke Indonesia dan bisa
menjalani hidup normal.
Normal? Hanya berselang sebulan, badan kembali demam.
Penyebabnya karena menghirup udara dingin, seperti AC mobil, setiap melakukan
perjalanan dinas ke luar kota. Mula-mula cuma pilek, lama-lama timbul bengkak
antara pipi dan telinga, bekas tempat penyinaran ketika pengobatan dulu. Dokter
gigi saya, yang menemukan adanya kanker di belang hidung, terkejut melihat
kemunduran kesehatan yang saya alami.
Syukurlah, saya dipertemukan dengan teman istri saya
yang membawa Tahitian Noni Juice. Saya di kasih satu gelas. Saya
coba minun satu sloki. Begitu bangun tidur, badan terasa segar dan enak. Saya
mulai minum secara teratur, pagi dan malam sebanyak satu sloki. Air muka saya
berangsur-angsur cerah. Berat badan mulai membaik. Saya ketemu dengan dokter
gigi saya, selang seminggu kemudian. Ia kembali terkejut. Kali ini karena tubuh
saya yang sudah mulai padat dan berisi. Mulut saya, yang semula merah, sekarang
sudah normal. Saya paparkan rahasia Tahitian Noni Juice dan kini ia membagi juga rahasia
itu kepada pasiennya. Oktober lalu, persis setahun setelah saya pulang berobat
dari Cina, saya periksa CT-Scan ke Singapura. Dokter di sana menyatakan kanker saya sudah bersih. Tak ada yang bisa membayangkan
menemukan kesembuhan dari penyakit kanker, tapi saya mengalaminya.
Dwienta Agnestiasari, 17 tahun,
menderita tumor otak sejak usia 7 tahun.
Operasi yang dijalani malah membuatnya lumpuh dan
hilangnya penglihatan. Hampir tujuh tahun ia tergolek lemah di pembaringan.
Dokter bahkan memprediksi kemungkinan hidupnya tinggal 10 persen.
Mei silam, ia mulai diminumkan Tahitian Noni Juice. Pada sloki yang pertama, ia merasa
sakit luar biasa. Pada botol kesepuluh, ia mulai bisa berjalan. Meski mata
belum bisa fokus, tapi sudah bisa melihat warna. “Aku bisa melihat!” kata
Dwienta, ketika matanya mulai mengenali warna dan cahaya. Kegembiraan yang tak
terperikan.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar